Puisi dan Syair Hidupku

Puisi dan Syair Hidupku

Rabu, 02 Juli 2014

KEGELISAHAN HATI





Bolehkah aku iri pada mereka,
yang memiliki keluarga lengkap dan bahagia
Dengan keceriaan yang mereka miliki untuk menjalani hidup?
Bersama dengan halnya kesusahan yang tak berarti
Yang halnya kebersamaan itu menepis segala kegalauan hidup

Bolehkah aku iri dengan mereka?
yang dengan mudahnya bisa percaya dengan orang lain?
Bersama teman hidup yang mereka miliki
dan juga sahabat yang di anggap menemani

Saat mungkin waktu itu tiba
Langkah yang tadinya tertuju mulai terurai
Gelisah mungkin tiada berarti
Dengan hati sepi tak ada yang temani

Mungkin sangat sulit untukku mendapatkan itu
Atau bahkan tak mungkin,
Dengan berbagai pengorbanan yang aku lakukan
Dengan semua yang aku berikan,
Waktuku..
Energiku..
Sehatku..
Sikapku ..
Dan duniaku..
Tak cukupkah semua itu untuk di pahami?
Padahal mereka sendiri yang mengatakannya,
Satu hati dan satu pikiran..
Tapi kenapa aku tak merasakannya?

Aku tak menuntut banyak
Bahkan jika aku punya malaikat
Tak akan aku abaikan tangis dan air mata mereka,
Tak akan ku tinggalkan mereka
Jika mereka memintaku untuk itu,
Jika mereka sedia untuk mengerti aku

Ibu..
Hangat nya pelukmu mampu menenangkanku,
Saat aku mulai kehilangan semangat hidupku,
Sahabat yang selalu datang dan pergi menoreh luka
Tak akan aku rasakan jika engkau masih di sisiku

Ayah..
Mungkin engkau jauh di sana,
Namun bagiku engkau adalah pahlawan,
Yang selalu beri nasihat baik untukku
Selalu menjadi penopang dalam hidupku
Selalu jadi inspirasi dalam hidupku

Sahabat..
Mungkinkah aku akan percaya kalian?
setelah kalian menarik ulur kepercayaanku?
Setelah kalian abaikan aku?
Kebaikan yang aku miliki,
Ternyata tak mampu untuk meluluhkan hati kalian,

Mungkinkah di sini aku akan tetap menunggu,
Tetap merasakan sakit dan kesepian?
Bahkan rasanya,
Lebih dari saat aku putus cinta..
Atau mungkin pencarian itu akan terhenti sampai di sini?
Saat semuanya perlahan akan ku tinggalkan
perlahan tak kan aku perdulikan

Mungkin aku hanya punya Allah,
Sahabat yang selalu menyertaiku,
Selalu memaklumi ku..
Selalu ada dalam do'aku..

Dan kini..
Ku pasrahkan semuanya
Pada - Nya..
Untukku membuka titian hidup menuju lembaran yang baru..








Senin, 30 Juni 2014

Takdir Ini

Mungkin saat itu bukan waktuku
Atau mungkin saat ini pun begitu
Namun saat ku melihatmu
Pikiranku melayangkan keindahan,
Sebuah takdir yang begitu indah..



Aku menatap indahnya langit
Yang mengantarkanku pada sebuah harapan
Untuk menjadikan sebuah lilin
Lilin yang tadinya redup tanpa cahaya..
Kini bersinar terang,
Seterang mentari menyinari bumi..



Ku pahami yang begitu menakjubkan
keajaiban yang membawaku pada kepercayaan
Saat aku memberikan satu hatiku
Untuk kau miliki..